Universitas Cordova Gelar Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907” Jadi Ruang Refleksi Sejarah dan Identitas Sumbawa

Taliwang – Merajut dialog dengan Masa Lalu dan mengenal sejarah lokal yang terpendam adalah salah satu bentuk komitmen Universitas Cordova (UNDOVA) dalam memperkuat literasi budaya pada Masyarakatk khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam rangka memperkaya khazanah mengenai sejarah dan budaya, dan Dinamika kehidupan Masyarakat Sumbawa pada awal abad ke -20 melalui kegiatan Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907” dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Juni 2026 di aula Baitus Syukri Universitas Cordova.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari OPD, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan lembaga pegiat literasi.

Acara menghadirkan Poetra Adi Soerjo, penerjemah buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan proses penerjemahan serta pentingnya buku karya Johan Ernst Jasper tersebut sebagai sumber referensi sejarah yang menggambarkan kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Pulau Sumbawa pada masa lampau.

Diskusi buku diperkaya oleh pandangan dari dua pembedah, yaitu L. Mustakim Patawari, S.TP., M.Si, dosen Universitas Cordova, serta Roy Mahendra, S.E., M.Sos dari Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) KSB. Keduanya mengulas isi buku dari perspektif akademik dan kearifan lokal, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para peserta.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Sofian Hadi, S.Pd., M.Ag, dosen Universitas Cordova sekaligus anggota Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpusnas RI Kabupaten Sumbawa Barat, yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan produktif.

Turut hadir dalam kegiatan ini kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Dinas Sosial KSB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KSB, Perwakilan dari Dinas Kominfo KSB , perwakilan dari Komunitas Literasi KSB , serta civitas akademika Universitas Cordova. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya perhatian terhadap upaya pelestarian sejarah dan penguatan budaya literasi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Cordova, KH. L. Zulkifli Muhadli, BA., SH., MM., menekankan bahwa peningkatan budaya literasi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, buku karya Johan Ernst Jasper yang ditulis pada tahun 1907 merupakan karya yang sangat berharga karena mendokumentasikan kehidupan masyarakat Sumbawa pada masanya dan menjadi sumber pengetahuan penting bagi generasi saat ini.

Beliau menjelaskan bahwa tradisi literasi sejatinya telah berkembang kuat dalam peradaban Islam. Hal ini dapat dilihat dari ketelitian para ulama dalam menghimpun dan menyeleksi hadis, seperti yang dilakukan Imam Bukhari melalui kajian sanad dan matan yang mendalam. Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menganalisis, mengkritisi, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Beliau juga mengingatkan bahwa semangat literasi dalam Islam berawal dari perintah “Iqra” dalam Surah Al-‘Alaq. Di era digital saat ini, kemampuan literasi perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan produktif, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan bedah buku ini, Universitas Cordova berharap dapat menjadi ruang dialog ilmiah yang mempertemukan berbagai perspektif dalam memahami sejarah lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung gerakan literasi, penelitian, dan pelestarian warisan intelektual daerah bagi generasi masa kini dan mendatang.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *