Tumbuhkan Semangat Literasi, UNDOVA Bersama RELIMA KSB Hadirkan Bedah Buku Jejak Kenabian di Nusantara

Taliwang – Literasi bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi juga proses memahami nilai, sejarah, dan identitas yang membentuk sebuah peradaban. Semangat inilah yang melatarbelakangi mahasiswa FKIP Semester 2 Universitas Cordova untuk mengikuti kegiatan Bedah Buku Jejak Kenabian di Nusantara (Dari Sumbawa hingga Sumatera).

Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif Sofian Hadi, S.Pd., M.Ag, dosen Universitas Cordova yang juga aktif dalam Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpusnas RI Kabupaten Sumbawa Barat, dengan menghadirkan langsung penulis buku untuk berbagi gagasan dan pengalaman kepada mahasiswa.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Universitas Cordova ini menghadirkan Andi Wawan Satriawan, S.I.P., M.Pd., selaku penulis buku, sebagai pemateri utama. Melalui pemaparannya, peserta diajak menyusuri jejak-jejak peradaban Islam yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Nusantara, sekaligus menggali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para tokoh dan masyarakat pendahulu.

Dalam pemaparannya, Andi Wawan Satriawan menjelaskan berbagai temuan dan refleksi yang dituangkan dalam buku Jejak Kenabian di Nusantara. Buku ini mengangkat nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta jejak-jejak peradaban yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara, mulai dari Sumbawa hingga Sumatera. Melalui pendekatan literasi, spiritualitas, dan budaya, buku tersebut mengajak pembaca untuk melihat kekayaan warisan Nusantara dari perspektif yang lebih luas.

Kegiatan bedah buku berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan terkait isi buku, relevansinya dengan kondisi masyarakat saat ini, serta pentingnya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga inspirasi untuk terus mengembangkan budaya membaca, menulis, dan meneliti. Bedah buku ini menjadi bukti bahwa literasi mampu menjadi jembatan untuk memahami masa lalu, memperkaya pemikiran di masa kini, dan menyiapkan generasi yang lebih bijak dalam menghadapi masa depan.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *