Pelatihan Penyembelihan Halal di Ponpes Al-Ikhlas Taliwang: Komitmen Literasi Halal dan Sinergi Strategis Bersama LP3H Universitas Cordova

Taliwang, 10 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat literasi halal dan keterampilan praktis di bidang penyembelihan yang sesuai syariat, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang International Islamic Boarding School (IIBS) sukses menyelenggarakan Pelatihan Juru Sembelih Halal selama dua hari, pada 12–13 Muharram 1447 H (8–9 Juli 2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki rekam jejak panjang dan kompetensi tinggi dalam bidang penyembelihan halal. Mereka adalah H. Nanang Hanani, S.Pd.I., M.A., Ketua LSH Hidayatullah Pusat sekaligus pakar sembelih halal tingkat nasional, dan H. Kholid Zuhri, M.Pd., Ketua LSH Hidayatullah Wilayah NTB.

Keduanya memberikan pemaparan yang mendalam mengenai teori dan praktik penyembelihan hewan sesuai tuntunan syariat Islam. Materi disampaikan secara ilmiah dan profesional, dengan menekankan pentingnya pemahaman yang benar serta pelaksanaan yang tepat dalam proses penyembelihan, sehingga aspek kehalalan dan ke-thayyiban benar-benar terjaga secara menyeluruh.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari para santri, pengasuh pondok pesantren, hingga masyarakat umum. Para peserta dibekali dengan materi komprehensif yang mencakup teori fikih penyembelihan, standar kehalalan, serta praktik langsung di lapangan. Dengan pendekatan ilmiah dan profesional, pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab sosial di balik setiap proses penyembelihan.

Praktik Menyembelih

Dalam pemaparannya, H. Nanang menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar soal teknik menyembelih, namun lebih luas sebagai bagian dari kesadaran umat Islam untuk menjaga kehalalan dan keberkahan makanan. “Membangun literasi halal adalah tanggung jawab besar kita bersama. Halal bukan hanya syarat fiqh, tetapi juga identitas dan amanah peradaban,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pesantren Al-Ikhlas Taliwang IIBS dalam mencetak generasi Muslim yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga siap menjadi pelopor gaya hidup halal yang bertanggung jawab. Dr. Lalu Mujahid Imaduddin, S.H.I., M.Ag., Pimpinan Pesantren, menyampaikan bahwa pendidikan integral seperti ini adalah bentuk inovasi pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

“Santri tidak hanya kami bekali dengan ilmu agama, tetapi juga dengan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan umat, termasuk dalam isu penting seperti halal food,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat edukasi halal secara nasional, pelatihan ini ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara LSH Hidayatullah Pusat dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Cordova. Semula, MoU direncanakan antara LSH dan pihak pesantren. Namun karena Universitas Cordova telah memiliki LP3H sebagai lembaga resmi pendamping halal, kerja sama akhirnya dijalin bersama LP3H Cordova untuk mendukung pelaksanaan program halal secara lebih luas dan berkelanjutan.

Jajang Haris Andi, S.E., M.Pd., Ketua LP3H Universitas Cordova, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan kegiatan pelatihan lanjutan. Salah satunya adalah rencana pelatihan Juru Sembelih Halal yang akan diselenggarakan kembali pada bulan Oktober 2025 mendatang, menggandeng pesantren dan lembaga pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, pelatihan ini juga menunjukkan bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan, pesantren, dan institusi pendamping halal dapat membentuk ekosistem halal nasional yang kuat. Dengan biaya yang relatif terjangkau namun fasilitas lengkap, kegiatan ini menjadi model pelatihan kolaboratif yang bisa direplikasi di berbagai wilayah.

Melalui pelatihan ini, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang IIBS kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan Islam berstandar internasional yang responsif terhadap isu kontemporer umat. Komitmen terhadap penguatan literasi halal tidak hanya menjadi nilai tambah bagi para santri, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata Indonesia dalam ekosistem halal global.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *