Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova Hadirkan Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Metode INMINDI Berbasis Kangkung di Desa Marente

Sumbawa Barat – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Cordova (UNDOVA) terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penerapan metode INMINDI berbasis budidaya kangkung sebagai solusi pertanian ramah lingkungan di Desa Marente, Kecamatan Alas.

Program yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian secara lebih produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa KKN-T UNDOVA mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Metode INMINDI umumnya diterapkan pada budidaya tanaman padi yang membutuhkan waktu tanam hingga tiga sampai empat bulan. Namun, tim mahasiswa Universitas Cordova melakukan inovasi dengan mengganti komoditas utama menjadi kangkung, tanaman yang memiliki masa panen relatif singkat, yakni sekitar 25–30 hari.

Pemilihan kangkung dilakukan agar proses pendampingan selama masa KKN dapat berjalan lebih efektif. Selain itu, masyarakat dapat melihat hasil penerapan metode tersebut secara langsung dalam waktu yang lebih singkat sehingga lebih mudah memahami manfaat dan peluang pengembangannya.

Mengoptimalkan Potensi Lahan dengan Bahan Lokal

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama masyarakat memanfaatkan berbagai bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah sekam padi, limbah hasil penggilingan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sekam tersebut diolah menjadi pupuk organik yang berfungsi memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan, serta meningkatkan kandungan bahan organik sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman kangkung secara maksimal.

Selain itu, kegiatan juga menggunakan benih kangkung unggul yang telah melalui proses perendaman sebelum ditanam. Berbagai peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gembor dimanfaatkan dalam proses pengolahan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman.

Lahan percontohan yang disiapkan menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. Melalui praktik langsung, warga tidak hanya menerima materi sosialisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata mengenai teknik budidaya yang efektif dan mudah diterapkan secara mandiri.

Edukasi dan Pendampingan Menjadi Kunci Keberhasilan

Ketua Kelompok KKN Desa Marente, Haerul Samsuadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar masyarakat memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah kegiatan KKN berakhir.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan sendiri teknik budidaya kangkung dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka. Dengan begitu, produktivitas lahan dapat meningkat, hasil panen menjadi lebih maksimal, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan praktik lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap inovasi yang diperkenalkan sekaligus memastikan teknologi sederhana tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Solusi Pertanian yang Cepat, Efisien, dan Berkelanjutan

Inovasi ini juga menjadi alternatif bagi lahan pertanian yang kurang sesuai untuk budidaya padi. Dengan masa tanam yang jauh lebih singkat dibandingkan padi, kangkung dinilai mampu memberikan hasil lebih cepat sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dalam waktu relatif singkat.

Mahasiswa KKN-T Universitas Cordova juga melakukan penyesuaian terhadap metode INMINDI berdasarkan kondisi lingkungan Desa Marente. Modifikasi tersebut dilakukan karena penerapan metode serupa di beberapa daerah sebelumnya masih menghadapi kendala, terutama dalam aspek adaptasi lingkungan dan pemahaman masyarakat terhadap teknik budidaya.

Melalui penyempurnaan tersebut, diharapkan metode yang diterapkan menjadi lebih mudah diterima dan mampu memberikan hasil yang lebih optimal sesuai karakteristik lahan setempat.

Mendorong Kemandirian Pertanian Desa

Program inovasi pertanian ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Cordova dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan Desa Marente mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membangun kemandirian dalam pengelolaan lahan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Cordova diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga meninggalkan inovasi yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai langkah nyata menuju pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *