Sumbawa Barat, 13 Juli 2025 – Dalam apel tahunan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas dan Rektor Universitas Cordova, menyampaikan arah strategis pendidikan yang menegaskan pentingnya nilai, kaderisasi, dan relevansi terhadap tantangan zaman.
“Apel ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum menghidupkan kembali nilai dan filosofi Pondok Al-Ikhlas, khususnya bagi santri baru, sekaligus pengingat bagi kita semua,” ujar beliau.
Pondok Pesantren Al-Ikhlas, yang telah berdiri selama 42 tahun, terus memperbaiki sistem kaderisasi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Alumni KMI dan Universitas Cordova disebut sebagai aset yang harus terus dikembangkan melalui evaluasi dan pembinaan berkala.
Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak lebih ringan. Teknologi harus direspons secara bijak dalam sistem pendidikan, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Ia mengutip firman Allah bahwa bumi akan diwariskan kepada hamba-hamba-Nya yang sholeh yaitu mereka yang taat, bertauhid, dan beriman teguh.
Terkait Universitas Cordova, beliau menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama nasional dan internasional serta meningkatkan kapasitas dosen. Ia menyampaikan harapannya bahwa suatu hari mahasiswa dari Sydney, Australia, akan datang belajar dan meneliti bersama di Universitas Cordova.
Namun, beliau menegaskan bahwa mimpi itu tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan komitmen bersama. Diperlukan para guru dan dosen yang berkualitas, yang bukan hanya cakap secara akademik tetapi juga memiliki dedikasi tinggi terhadap pendidikan dan pengajaran. Diperlukan pula jaringan (network) yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Yang paling utama,” tegas beliau, “kita harus memiliki karakter yang kuat. Karena hanya dengan karakter yang tangguh, kita bisa membawa Cordova menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang tak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di mata dunia.”
Dengan semangat, Universitas Cordova menatap masa depan dengan optimisme, menjadikan mimpi besar sebagai motivasi untuk terus bergerak maju dalam menciptakan generasi cendekiawan yang berakhlak mulia dan mendunia.

Di akhir penyampaiannya, Dr. KH. L. Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M. menegaskan bahwa segala ikhtiar yang dilakukan dari membangun sistem pendidikan yang kuat, memperluas jaringan kerja sama, hingga meningkatkan kualitas pengajaran merupakan bagian dari perjuangan yang tidak ringan. Namun, semua itu dilakukan dengan kesungguhan dan keyakinan penuh.
“Kita berusaha keras. Kita rancang dan wujudkan sistem yang mampu menopang cita-cita besar ini. Tapi di atas semua itu, kita harus yakin dan percaya bahwa tidak ada satu pun kehendak yang bisa terjadi, kecuali atas izin Allah,” ujarnya mengutip ayat suci Al-Qur’an:
“Wa maa tasya’uuna illa aiyasyaa Allahu rabbul ‘aalamin“
Dan kamu tidak dapat menghendaki (sesuatu) kecuali apabila dikehendaki oleh Allah, Tuhan semesta alam.
Dengan penuh ketawakkalan, beliau menekankan bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kerja keras manusia, tetapi juga oleh restu dan kehendak Allah SWT. Karena itu, perjuangan membangun pendidikan harus senantiasa dibarengi dengan doa, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
“Selama kita terus melangkah dengan niat yang lurus, usaha yang ikhlas, dan keyakinan yang teguh, insyaAllah Cordova akan menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya membanggakan kita, tetapi juga menjadi rahmat bagi semesta,” tutupnya.
![]()